You are here
Home > Artikel Keagamaan > Keluarga Mahasiswa Hindu Budha

Keluarga Mahasiswa Hindu Budha

(kira-kira akan muncul di profil KMHB pada majalah Dinamika)

Agama Hindu adalah salah satu agama yang diakui di Republik Indonesia. Jika diperhatian, harus diakui kenyataannya bahwa Hindu tergolong minoritas, dari sisi kuantitas penganutnya.

Namun, sekecil apapun jumlahnya, tetap bagian dari bangsa, dan ikut menambah kaya warna kebhinekaan Indonesia. Penganut dengan jumlah sekecil apapun, harus punya payung penaung -apalagi sebagai perantau- agar kecintaan pada agama dan jiwa spiritual religiusnya tidak hilang. Sudah lebih dari 5.000-an tahun Hindu ada di Bumi, dan kelangsungannya kini adalah tanggung jawab generasi sekarang semua sebagai pewarisnya.

Untuk itulah KMHB STAN berdiri pada tanggal 18 September 1979 dengan beranggotakan tiga orang. Namanya bukan diracik sembarangan. Diawali kata “keluarga”, karena memang begitulah cita-cita berdirinya KMHB, yang dituangkan dalam visinya: “menyediakan wadah untuk menjalin dan membina rasa kebersamaan, kesetiakawanan, khususnya diantara anggota dan dengan masyarakat kampus pada umumnya melalui pembinaan mental dan aspek spiritual”. Disinilah tempat masyarakat Hindu STAN belajar menjadi keluarga yang baik, sekaligus menjadi tetangga yang baik pula.

Kegiatan KMHB sendiri mayoritas bernuansa keagamaan dan kebudayaan. Mulai dari persembahyangan rutin setiap hari raya purnama/tilem, piodalan di pura yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya, diskusi agama, hingga acara semacam ngelawar bersama, diadakan disini. Sosialisasi mengenai STAN di Bali dan menyelenggarakan tryout USM juga rutin diselenggarakan KMHB.

Sebagai orang Hindu, melihat isi organisasi KMHB akan sangat unik, sekaligus membanggakan.

Mengapa?

Karena anggotanya memperlihatkan keragaman wajah Hindu. Selain sesuai namanya, menaungi Budha, terdapat pula Hindu bernuansa India, Singh, umat Hindu dari Lampung, Makassar, Jawa, dan berbagai daerah lainnya disini. Itu bukanlah menunjukkan Hindu yang terpecah-pecah, justru itu memberi tahu kita, bahwa menjadi Hindu bukanlah masalah memakai beras di dahi atau bunga ditelinga, bukan memakai merah-merah di dahi, bukan sekedar selalu melafalkan bahasa India, atau lainnya. Hindu bukanlah penyeragaman budaya, namun Hindu adalah sebutan bagi para umat yang percaya pada adanya Sang Pencipta, yang memberi nafas kehidupan pada makhluk berupa Atman, dimana para makhluk di dunia terikat pada hukum Karmaphala, namun selalu diberi kesempatan memperbaiki diri melalui Reinkarnasi. Tujuan utamanya bukan kesenangan sorga, tapi mencapai Moksa. Bagi yang percaya akan lima hal itu, itulah penganut Hindu, dan disini, itulah Keluarga Mahasiswa Hindu Budha, bagaimanapun rupa kulit luar mereka.

Akhir kata, bagi keluarga sesama umat Hindu, mari wujudkan KMHB untuk menjadi rumah yang nyaman, sekaligus bermanfaat. Mari menjadi tetangga yang baik dan hangat bagi keluaga lainnya, sesama hidup dalam lingkup bernegara maupun dunia, dalam persaudaraan dan kekeluargaan.

Semoga semua diliputi kedamaian!

0 thoughts on “Keluarga Mahasiswa Hindu Budha

  1. Pertamax. . .heheh. . .

    Saya rasa terlalu banyak wo, kita paling dapat jatah sepertiga halaman. . .

    -mardana-

Leave a Reply

Top